Information School di University of Sheffield


Information School atau bisa dikenal dengan iSchool banyak berkembang di berbagai negara. iSchool termasuk program yang baru didirikan atau evolusi dari program-program yang berfokus pada informasi dan perkembangan teknologi, yang salah satunya adalah Ilmu Perpustakaan atau Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Salah satu universitas yang memiliki iSchool adalah University of Sheffield.

Information School (iSchool) di University of Sheffield merupakan sebuah departemen yang berada di bawah lingkup Faculty of Social Sciences.  Menurut QS world uni rankings, iSchool Sheffield berada di peringkat 1 untuk Library and Information Management.

Program utama yang ditawarkan adalah S2 dan S3. Namun, ada satu jurusan S1 BA Digital Media and Society yang berbasis di Department of Sociological Studies yang sebagian modulnya merupakan hasil kerjasama dengan iSchool. Untuk program S2, meliputi: (1) MA Librarianship; (2) MSc Data Science; (3) MSc Digital Library Management; (4) MSc Health Informatics; (5) MSc Information Systems; (6) MSc Information Systems Management; (7) MA Library and Information Services Management; (8) MA Multilingual Information Management (merupakan shared programme dengan School of Languages and Cultures). Untuk S3, tergantung pada minat riset para profesor dan pengajar. Informasi mengenai dosen dan peminatan riset mereka dapat dipelajari di laman https://www.sheffield.ac.uk/is/pgr/phdtopics.

Sebagaimana kultur akademik di kampus-kampus UK, iSchool Sheffield sangat menekankan pada aspek kemandirian student dalam belajar dan mencari resource yang berhubungan dengan perkuliahan maupun tugas.

University of Sheffield memiliki 4 (empat) perpustakaan besar. Dua di antaranya (dan paling besar), yaitu Diamond dan Information Commons buka selama 24 jam dalam setahun. Setiap fakultas juga didukung oleh adanya liaison librarian yang siap membantu jika kita kebingungan mencari resource yang tepat.

Menurut Ari Zuntriana, secara umum berkuliah di Sheffield sangat menyenangkan. Kotanya hijau (banyak sekali taman terbuka dengan luas berhektar-hektar) dan cukup tenang karena memang agak pedesaan, jika dibandingkan Manchester atau Birmingham. Untuk para mahahasiswa muslim, Sheffield Uni menyediakan musholla cukup besar di 2 (dua) perpustakaan yang besar, di Student Union, dan di gedung perkuliahan teknik.

Tanya Jawab

Pertanyaan 1

Bondhan
:
Apakah di iSchool juga ada mata kuliah tentang perpustakaan? Seberapa banyak bobotnya dibandingkan mata kuliah lain?

Ari Zuntriana
:
iSchool itu nama departemen. Untuk MA Librarianship dan MSc Digital Library Management area besarnya tentang perpustakaan. Kalau jurusan-jurusan lain, mata kuliah ilmu perpustakaan jadi optional module. Jadi misalnya, mahasiswa Information Management ingin mengambil optional module tentang academic and workplace library juga bisa.

Sebaliknya, mata kuliah yang optional iSchool misalkan researching social media juga ditawarkan ke MA Librarianship dan DLM.

Pertanyaan 2

Hendrawan
:
Apa standar yang digunakan / diikuti dalam menyusun kurikulum?

Ari Zuntriana
:
Kurikulum di iSchool kalau saya lihat merupakan kombinasi antara keputusan departemen dengan perkembangan dinamis dunia LIS. Kalau ditanya kurikulum mana yang dirujuk, kemungkinan besar mereka merumuskan sendiri. UK adalah salah satu pelopor pertama bidang open access dan research data management di dunia. Jadi ya kurikulum di Sheffield cukup UK centric dan beyond dari perkembangan di sini.

Hendrawan
:
Mohon penjelasannya terkait MK “Information Governance and Ethics.

Ari Zuntriana

:
MK Information Governance and Ethics saya kebetulan tidak mengambil karena optional module. MK ini wajib untuk mahasiswa Information Management. Satu-satunya yang bisa saya berikan link berikut, yang mungkin Pak Hendra sudah mengunjungi. http://bit.ly/INF6025

Pertanyaan 3

Dini
:
Tolong jelaskan lebih lanjut terkait MA Multilingual Information Management.

Ari Zuntriana
:
MA Multilingual IM ini sepengamatan saya yang ngambil kebanyakan mahasiswa internasional, dari Cina atau India dengan basic S1 bahasa. MA ini merupakan hasil kerjasama iSchool dengan School of Languages and Cultures. Lebih tentang intercultural communication dan bagaimana memfasilitasi pengajaran dengan media digital serta tata kelola informasi dengan multi bahasa. Jadi bagaimana IM diterapkan di lingkungan yang multinational backgrounds.

Pertanyaan 4

Fiqru Mafar
:
Apakah penelitian-penelitian terkait digital humanities bisa masuk ke ranah penelitian di iSchool?

Ari Zuntriana
:
Di (iSchool) Sheffield ada 7 research groups, yaitu:
1.         Chemoinformatics
2.         Health informatics
3.         Digital societies
4.         Information, knowledge & innovation management
5.         Information retrieval
6.         Information systems
7.         Libraries and information society

Untuk riset bidang digital humanities ada di bawah Faculty of Arts and Humanities.

Fiqru Mafar
:
Untuk digital societies dan libraries and information society itu fokus kajiannya apa saja? Atau mungkin ada tautan yang lebih spesifik yang bisa saya baca.

Ari Zuntriana
:
Untuk Digital societies:
Our research themes
Social activism and citizen creativity
    The political economic, social and cultural aspects of ‘big’ and open data
    Innovating methods and theory for the study of social media
    Digital scholarship and openness
    Social media crowdsourcing during disasters
    Digital media and sousveillance

Untuk library and info society:
Promotion of literature and literacy in LIS
Education for Citizenship, for the workplace and for lifelong learning
Application of business management concepts, tools and techniques in LIS
Education, training and development for library and information work
Roles and competencies of library, information and knowledge workers
Professionalisation and professional identities in the information society

Dimas
:
Apa mbak sendiri dalam hal riset ada pengalaman dengan information, knowledge & innovation? Karena di Indonesia sendiri inovasi-inovasi yang seperti ini saya melihat masih kurang. Atau mungkin pernah lihat konsep implementasinya? Kira-kira yang cocok untuk di implementasikan di Indonesia apa?

Ari Zuntriana
:
Karena master di iSchool hanya 1 tahun, pengalaman riset terbatas di MA dissertation. Beda dengan PhD student. Kalau bidang apa yang bisa diterapkan di Indonesia, banyak sebenarnya. Salah satu contoh sederhana, research ethics kita belum jalan. Kita meriset kadang-kadang agak freestyle.   Beda dengan di sana.
Kalau spesifik untuk LIS, RDM atau research data management akan sangat bagus jika diterapkan. Demi transparansi penelitian dan tidak reinventing the wheel. Yang lain banyak sih, big data untuk analisa bisnis. Itu juga belum dipelajari oleh mahasiswa LIS kita.

Pertanyaan 5

Reta
:
Jadi secara garis besar beda iSchool dan School apa?

Ari Zuntriana
:
iSchool itu singkatan information school. Kalau school saja bisa diartikan departemen.

Reta
:
Apakah di Sheffield boleh merangkap Pustakawan dan Dosen? Dosen di Indonesia tugasnya berat juga: tridharma.

Ari Zuntriana
:
Dosen di UK berat. Jauh lebih berat dari dosen di Indonesia. Gaji memang besar, tapi tekanan tinggi. Harus mampu mendatangkan funding untuk riset, baik dari pemerintah maupun swasta. Ada cerita orang Indonesia resign jadi dosen di Leeds Uni karena tidak kuat dengan tekanan kerja. Untuk dosen dan pustakawan tidak ada yang merangkap. Di Indonesia maupun di UK. Di Indonesia karena biasanya terpaksa, tapi secara administratif ya satu jabatannya. Pengajar LB kalau UK bisa dari kalangan praktisi salah satunya pustakawan. Hanya mengisi 1 sesi saja terkait dengan profesional mereka.

Reta
:
Bila ikut kompetensi pustakawan apakah yang ikut harus pustakawan murni?

Ari Zuntriana
:
Tentu. Mereka punya CILIP, IPI-nya UK yang benar-benar aktif.


Pertanyaan 6

Arina
:
Bagaimana prosedur mendapatkan loA di Universitas Sheffield? Ada perbedaan antara S2 dan S3 kah?

Ari Zuntriana
:
S2 hanya perlu apply saja tanpa proposal riset. Kalau S3 harus ada proposal riset.

Arina
:
Untuk mendaftar S3, apakah perlu mendapat profesor yang mau membimbing rencana disertasi dari kampus terkait terlebih dahulu?

Ari Zuntriana

:
Betul.

Arina
:
Apa saja mata kuliah yang menurut mbak Ari menjadi mata kuliah terbaik di uni tersebut dan tidak ada di kampus lain?

Ari Zuntriana
:
Saya tidak punya pengalaman kuliah secara langsung di kampus lain kecuali Sheffield dan Unair. Untuk mata kuliah, bidang-bidang researching social media, digital activismscholarly communication, Sheffield lumayan leading. Tapi saya kira di beberapa kampus yang lain di UK ada juga dan bagus-bagus juga.

Arina
:
Menurut mbak Ari mata kuliah apa yang sebenarnya sangat penting masuk di prodi ilmu perpustakaan di Indonesia tetapi sampai saat ini belum ada?

Ari Zuntriana
:
Researching Social Media, Digital Activism, Business Intelligence. Banyak sih.

Pertanyaan 7

Dimas
:
Untuk data scientist itu program/mata kuliahnya seperti apa saja?

Ari Zuntriana
:
Data science intinya mengolah, menganalisa dan menggunakan big data untuk keperluan bisnis.

Dimas
:
Di iSchool kan pembelajaran tentang information, people dan technology. Saya pernah ketemu evaluasi sistem perpustakaan menggunakan hot fitmodel dan itu bentuknya kualitatif. Seberapa besar perspektif evaluasi sistem menggunakan metode social culture untuk mendukung research di iSchool?

Ari Zuntriana
:
Saya kurang tahu kalau iSchool secara umum ya. Saya pengalamannya hanya di Sheffield. Pendekatan tiap negara dan uni berbeda. Saya terus terang belum mempelajari metode yang disebutkan. Secara umum, metode untuk riset S3 biasanya mixed. Mungkin bisa diterapkan di riset library and information society.

Pertanyaan 8

Siska
:
Bagaimana metode pembelajaran di sana? Dan adakah sistem pembelajaran online-nya?

Ari Zuntriana
:
Ada. Menggunakan blackboard sebagai platform untuk virtual learning. Perkuliahan kadang disiarkan live jika mata kuliah tersebut ditawarkan untuk student yang mengambil distance learning.

Pengajaran menitikberatkan keseimbangan antara theory dan practice. Jadi selalu melibatkan para praktisi yang berpengalaman di bidangnya. Selain bahwa banyak pengajar yang dulunya juga praktisi, seperti Prof. Stephen Pinfield yang lama pernah jadi petinggi library di Nottingham Uni.

Pembelajaran menuntut kemandirian mahasiswa. Harus mampu melatih critical thinking. Pengalaman S2, semua materi diunggah sebelum hari kuliah, jadi kita harus belajar dari awal. Silabus sudah menyertakan tugas-tugas untuk UTS dan UAS lengkap dengan detail tugasnya seperti apa.

Dosen sangat helpful dan terbuka untuk diskusi. Pembelajaran di sana kebanyakan team teaching.

Dina
:
Apakah iSchool Sheffield ada free course macam EdX dan Coursera gitu?

Ari Zuntriana

:
Coursera sudah banyak yang nggak gratis. Setahu saya nggak ada.

Pertanyaan 9

Waluyo
:
Apakah iSchool mengakomodasi Records and Archives Management dalam bentuk mata kuliah? Terimakasih.

Ari Zuntriana

:
Ada. Di optional module.

Pertanyaan 10

Eca
:
Tren penelitian apa yang saat Ari studi di Sheffield iSchool tengah berkembang?

Ari Zuntriana
:
Luas sekali kalau ukuran iSchool karena banyak sekali jurusannya. Tergantung peminatan. Bisa dikunjungi webnya iSchool Sheffield. Topik yang ditawarkan semua current dan sesuai minat profesor di sana

Eca

Bagaimana pandangan Ari mengenai tren iSchool di Indonesia terkait dg pengalaman Ari studi di sana?

Ari Zuntriana

Kalau tentang LIS, kita masih tertinggal. Memang patut dipahami bagaimana UK dan US leading di bidang ini ya. RDM kita masih wacana tapi mereka sudah praktik. Kalau asosiasi pustakawan mampu merumuskan standar kompetensi pustakawan yang bagus itu sangat membantu. Di UK, kerjasama antar uni juga bagus dan kuat.

Eca

Knowledge, Skills, Attitude khusus yang diperlukan selama studi di iSchool Sheffield?

Ari Zuntriana

Kritis, disiplin, open mind, banyak baca dan bertanya, aktif, dan sanggup lama-lama belajar

Eca

Academic life di Sheffield terkait research skills dan critical thinking skills bagaimana? Adakah kendala untuk memperoleh distiction?

Ari Zuntriana

Distinction ada beberapa anak lokal British kemarin yang dapat. Tergantung jurusannya juga. Kalau MA librarianship harus kuat argumentasi dan berpikir kritis. Data science dan DLM lebih ke kemampuan teknis juga.


Pertanyaan 11

Kris
:
Proses pengajaran serta knowledge yang diperoleh di iSchool apakah sama dengan di Indonesia? Lalu hal baru apa yang bisa diserap dari proses studi disana untuk diimplementasikan di LIS Indonesia?

Ari Zuntriana
:
Bahwa kerjasama antara akademisi dan praktisi itu penting. Kelas di iSchool Sheffield selalu ada praktisi yang ikut mengajar.

Secara umum, dosen aktif juga mengadvokasi LIS areas yang punya impact ke riset secara nasional. Misalnya OA. Stephen Pinfield sangat aktif di UK, sehingga riset dana negara harus OA dan jelas skema RDM-nya.

Itu hanya contoh pendeknya. Banyak yang bisa ditiru, bagaimana menyediakan fasilitas belajar yang baik untuk students. Support-supportnya bagus. Mulai dari mental health center sampai ke bahasa juga study skills.

Pertanyaan 12

Julbe
:
Apa yang menjadikan iSchool ini layak untuk diperbincangkan diterapkan di Indonesia?

Ari Zuntriana
:
Keluasan dan kedalaman iSchool dalam melakukan riset tentang informasi, masyarakat, dan teknologi. Apakah Indonesia sudah siap menerapkan? Bisa ya, bisa tidak. Masih banyak hal yang perlu dibenahi. Kasarannya kalau melihat iSchool Sheffield, kita ketinggian matoknya.

Pertanyaan 13

Dina
:
Kira-kira apa yang membuat “open resource” di UK ini sangat kuat? Jika Indonesia ingin bergerak ke arah sana, kira-kira langkah2 seperti apa yang harus ditempuh?

Ari Zuntriana
:
Komitmen pemerintah dan akademisi cukup besar. Dan jangan lupa gerakan ini sudah se-Eropa. Jadi ada unsur makro dan mikro. 2020 Eropa OA semua. Indonesia harus diperkuat kerjasama antar PT. Harus seiya sekata. Trus bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Pertanyaan 14

Mizati
:
Kira-kira bidang apa yang cocok buat saya yang aktif di literasi hoax bagi masyarakat?

Ari Zuntriana
:
Information literacy. Bisa dengan Sheila Webber.


Pertanyaan 15

Purwoko
:
Khusus alumni iSchool yang kemudian berprofesi menjadi pustakawan, apakah kompetensi khas yang bisa kami lihat pada keseharian  (hubungan antara pustakawan dan pemustaka) mereka menjalankan profesi pustakawan di Indonesia?

Ari Zuntriana
:
Alumni iSchool banyak dan saya juga tidak kenal semua. Saya kurang tahu jika orang per orang, karena setiap bidang kerja ada yang khas (kampus, perpus khusus, industri, dan lain-lain). Semua ada tantangannya sendiri. Yang mungkin bisa disarankan adalah menjadi liaison librarian.

Purwoko

Siapakah kiranya sosok alumni iSchool, khususnya di Indonesia dan bekerja sebagai pustakawan yang bisa (direkomendasikan) menjadi referensi saya sebagai pustakawan?

Ari Zuntriana

Tentu bukan saya. Kalau alumni Sheffield yang saya kenal hanya dua. Satu sudah pensiun, satunya di BSN. Kalau dari iSchool kampus selain Sheffield saya belum kenal.

Purwoko

Apa karakter (dan kompetensi) pembeda pustakawan di Indonesia yang alumni iSchool dan alumni lokal?

Ari Zuntriana

Sekali iSchool sangat luas. Beda uni, beda pendekatan. Semua bisa kembali ke pribadi. Pembedaan lokal dan iSchool kurang relevan menurut saya. iSchool memfasilitasi, tapi personal development tentu tanggung jawab pribadi. Kalau dari iSchool Sheffield, mungkin bagi yang belajar social media research akan sangat berguna. Jika ada user yang mau konsultasi masalah analisa big data, dll. Alumni lokal pun bisa jika belajar bidang tersebut.
                       
Kesimpulan

Saat ini iSchool banyak berkembang di berbagai negara. Salah satunya adalah University of Sheffield: Information School. Inti dari iSchool sendiri ada pada hubungan antara informasi, masyarakat, dan teknologi (khususnya teknologi digital). Di University of Sheffield, pengajaran menitikberatkan keseimbangan antara theory dan practice. Untuk itu, tim pengajar melibatkan praktisi yang mumpuni di bidangnya. Siswa pun dituntut untuk memiliki critical thinkingopen mind, disiplin, dan aktif dalam perkuliahan. Dari segi kurikulum, terdapat sejumlah mata kuliah yang belum ditemukan pada program studi LIS di Indonesia, seperti researching social media, digital activismserta big data untuk aplikasi bisnis.

Lebih dari itu, iSchool University of Sheffield mendorong riset-riset yang memiliki impact nasional seperti Open Access (OA). Hal ini tentu tak lepas dari sinergi sejumlah pihak yang berkepentingan, termasuk kerja sama antar perguruan tinggi, pemerintah, swasta, hingga asosiasi profesi informasi di sana. Bagaimana dengan Indonesia? Sudah memadaikah kurikulum kita untuk merangkul perkembangan ‘sains informasi’? Sudah sejauh apa riset yang dilakukan di kalangan sekolah perpustakaan berdampak bagi kebijakan nasional? Siapkah kita bersinergi?*

Notulensi Bincang Senang Kepustakawanan 
"Information School di University of Sheffield" bersama Ari Zuntriana
Sabtu, 25 Agustus 2018


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Lanjut tentang Integrasi Dokumentasi

Strategi Membangun Budaya Literasi di Era Digital

Mengantar ke Gerbang Kemerdekaan Berpikir tentang Ilmu Dokumentasi